Selasa, 23 Maret 2010
YOU'VE GOT A FRIEND
When your down and troubled
And you need a helping hand
And nothing.... nothing is going right.
Close your eyes and think of me
And soon I will be there
To brighten up even your darkest nights.
You just call out my name,
And you know whereever I am
I'll come running baby
To see you again.
Winter, spring , summer, or fall,
All you have to do is call
And I'll be there...
You've got a freind.
If the sky above you
Should turn dark and full of clouds,
And that old north wind should begin to blow,
Keep your head together and call my name out loud,
And soon I will be knocking upon your door.
You just call out my name
and you know where ever I am
I'll come running to see you again.
Winter, Spring, summer or fall
All you got to do is call
And I'll be there
Hey, ain't it good to know that you've got a friend?
People can be so cold.
They'll hurt you and desert you.
Well they'll take your soul if you let them.
but don't you let them.
You just call out my name and you know wherever I am
I'll come running to see you again.
Oh babe, don't you know that,
Winter Spring summer or fall,
all you've got to do is call.
Lord, I'll be there, yes I will.
You've got a friend.
You've got a friend.
Ain't it good to know you've got a friend.
Ain't it good to know you've got a friend.
You've got a friend
(for my best friend in this world..Esha, nita, vika & poer.. missed U all)
Sabtu, 20 Maret 2010
Muriyati
Katanya wanita diciptakan Tuhan dari tulang rusuk pria, yang lemah lembut dan tanpa daya, sehingga ia harus selalu dicintai dan dilindungi. Namun, kenapa wanita ini bisa begitu perkasa? Begitu tegar dan keras hatinya. Adalah seorang Muriyati yang saya kenal disaat saya sedang membutuhkan pembantu rumah tangga karena pembantu saya berhenti mendadak kala itu. Dia adalah seorang TKW yang bekerja dimalaysia. Dikarenakan ijin kerja yang belum selesai, dia transit ke batam menunggu sampai ijin kerjanya bisa keluar.
Saat itu dia dititipkan oleh agennya dirumah kakak saya untuk menginap. Karena saya sedang butuh orang untuk membantu saya dirumah saya minta ijin kakak saya agar Muryati tinggal dirumah saya saja, sampai dia berangkat lagi ke malaysia.
Begitulah awal perkenalan kami, dan cerita ini bermula. Kisah seorang wanita yang menguatkan tekadnya meninggalkan keluarga untuk mencari penghidupan yang lebih baik.
Yati, begitu panggilannya. Dia sudah berkeluarga, dengan 1 orang anak laki-laki, dan 1 orang anak angkat perempuan. Setelah menikah, yati dan suami masih tinggal dirumah mertuanya. Di rumah tersebut tinggal juga adik suaminya. Namun setelah beberapa lama tinggal dirumah mertua, konflik dengan ipar tidak dapat dihindarkan. Hanya satu keinginan yati: punya rumah sendiri. Namun pekerjaan suaminya yang seorang tukang kayu di pabrik meubel hanya pas – pasan untuk membiayai hidup sehari – hari. Dan suaminya pun bukan tipe orang yang ulet yang mau bekerja apa saja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Untuk menabung saja susah, bagaimana mau membangun rumah? Keadaan ini membuat yati berkeinginan untuk menjadi TKW, mencoba mengadu peruntungan di negri malaysia. Memang, di daerah asalnya banyak wanita yang bekerja keluar negri. Ada yang berhasil, ada pula yang gagal. Kakak kandung yati juga seorang TKI yang bekerja di singapura.
Dengan ijin suaminya, dan berbekal tekad serta keinginan untuk membangun rumah, Yati mendaftar ke agen TKI. Setelah menunggu beberapa bulan akhirnya ijin kerjanya bisa keluar, dan dia menandatangani kontrak 2 tahun untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah keluarga di Ipoh Malaysia, mengurus rumah tangga dengan 5 orang anak, dengan gaji 500 ringgit perbulan. Dua tahun berlalu, yati pulang membawa uang lebih dari 25 juta rupiah. Dengan uang itu dia berhasil membangun rumah diatas tanah yang diberikan oleh ayahnya. Selama hampir 2 bulan rumah itu selesai. Uang sudah habis, namun dindingnya belum diplester dan lantai masih seadanya, malah dia masih berhutang kepada ayahnya.
Pada saat uangnya habis itu majikan yang dimalaysia menelponnya. Anaknya sakit setelah ditinggal pulang yati beberapa bulan. Yati bilang kepada majikan kalau dia mau kerja lagi dirumah itu. Akhirnya majikannya mengirim uang untuk membeli tiket, agar yati bisa kembali lagi ke malaysia. Sambil menunggu ijin kerjanya keluar, yati masuk ke Malaysia dengan menggunakan ijin kunjungan wisata dengan batas kunjungan selama 1 bulan. Satu bulan berlalu, sementara ijin kerjanya belum selesai juga. Akhirnya dia dibawa majikannya ke thailand dulu, agar ijin kunjungannya ke malaysia bisa diperbarui. Namun setelah 2 bulan ijin kerja tak jua kunjung selesai. Akhirnya yati di pulangkan dulu ke Batam hingga ijin kerjanya bisa keluar.
Di Batam dia bekerja di rumah saya selama kurang lebih 3 bulan. Selama itu dia bekerja dengan hasil sangat memuaskan. Rumah saya bersih, rapi dan anak saya terurus dengan baik. Setelah ijinnya keluar dia pamit ke saya untuk kembali ke Malaysia.
Setelah sampai di malaysia dan bekerja dengan majikannya, dia sering berkirim kabar kepada saya. Hingga pada suatu hari dia bercerita kalau majikannya mengalami kebangkrutan. Gaji yati 5 bulan belum dibayar. Tiap hari ada saja orang datang kerumah majikannya untuk menagih hutang. Dan suami istri itu jadi sering bertengkar. Yati merasa tidak nyaman lagi bekerja disana. Namun dia terikat dengan kontrak kerja selama 2 tahun. Dia berusaha minta ijin kepada majikannya, dan membujuknya agar dia diperbolehkan berhenti dari situ dan mencari majikan lain di malaysia. Namun majikannya selalu diam bila dia menanyakan itu.
Yati ketakutan. Dia cemas apabila dia bekerja, dan menyelesaikan kontrak kerjanya selama 2 tahun dirumah itu, dia takut majikannya tidak sanggup membayar gajinya. Dan kerja keras dia selama itu akan sia sia. Mimpi untuk memperbaiki rumahnya tidak akan terwujud. Dan untuk pulang ke Indonesia dia tidak punya cukup uang. Akhirnya dia nekad. Dia menelpon temannya dan minta tolong dicarikan pekerjaan di tempat lain. Temannya menyanggupi. Kembali dia meminta ijin kepada majikannya, dan memohon agar paspornya diberikan, namun majikannya tetap kukuh tidak mau menyerahkannya. Dengan nekad yati keluar dari rumah itu tanpa pasport dan pergi ke Kuala lumpur untuk menemui temannya yang menjanjikan pekerjaan kepadanya. Akhirnya, dengan bantuan temannya dia bisa bekerja di restoran di Johor dengan gaji RM 1000 per bulan. Hanya dengan dokumen diri berupa fotocopy paspor orang lain yang diganti fotonya, dia bekerja di restoran itu. Tiap hari dia bekerja dengan rasa was was takut kena razia oleh polisi diraja malaysia. Dia jarang keluar dari mess tempat tinggalnya. Rute perjalanan dia hanya dari mess ke tempat kerja saja, tiap hari, selama 4 bulan lebih. Dan selama 4 bulan itu beberapa kali dia ketemu polisi dan saat ditanya paspor tidak bisa menunjukan, dia harus membayar polisi itu sebesar RM 300 . Pemilik restoran tempatnya bekerja juga pernah kena denda karena mempekerjakan dia.
Suatu hari dia mendengar berita bahawa akan diadakan razia Tenaga Kerja Indonesia ilegal secara besar – besaran oleh polisi diraja malaysia, dan dia mendengar bahwa kali ini razia tidak hanya dilakukan di tempat- tempat umum dan restoran, tapi juga dari rumah ke rumah dan itu membuat dia panik. Dia takut tertangkap, dan takut dengan hukuman cambuk yang berlaku disana. Dia menelpon saya dengan panik saat itu. Saya menyarankan dia untuk pulang saja ke batam, saya berjanji akan memberikan tumpangan kepadanya dan mencarikan pekerjaan bila dia sudah dibatam, bila dia tidak bisa pulang, saya suruh dia ke KBRI agar bisa dibantu dipulangkan.
Akhirnya saya dapat kabar lagi dari dia, bahwa dia akan pulang ke Batam. Dia sudah membayar biaya sebesar RM 600 kepada orang yang menjanjikan akan mengantarnya ke batam. Mahal sekali pikir saya. Sementara dengan jalur legal, untuk sampai ke Johor kita hanya keluar biaya 200 ribuan saja. Saya menyangka waktu itu dia akan naik kapal dari pelabuhan johor bahru. Ternyata tidak. Dia berangkat dari pelabuhan tikus(pelabuhan ilegal), berangkat jam 12 malam, dengan naik perahu pompong yaitu perahu yang biasanya digunakan untuk menyeberangi pulau-pulau dengan jarak dekat. Tengah malam buta, tanpa pelampung, tanpa atap, menerjang kuatnya ombak pasang dan angin laut. Didalam perahu pompong itu lebih dari 30 orang berdesak – desakan, berjalan dengan takut dan rasa was - was kalau - kalau tertangkap patroli polisi laut. Bahkan ada juga seorang bayi yang menangis sepanjang jalan di heningnya malam.
Alhamdulillah dia bisa sampai dengan selamat di Batam pada jam sekitar jam 1 dini hari. Dia menginap dirumah di kenalan teman saya semalam. Esok harinya dia diantar teman saya sampai kerumah.
Setelah beberapa hari dirumah saya, saya tanya dia apakah mau pulang dulu untuk ketemu keluarga, atau mau cari kerja di batam. Dia bilang dia mau kerja dulu di batam. Dia tidak mau pulang karena dia masih punya tanggungan hutang dengan orang tuanya. Sebelum dia bisa membayar hutang kepada orang tuanya dia tidak mau pulang. Padahal saya pernah mendengar dia ditelpon ayahnya. Ayahnya bilang dia tidak perlu membayar hutangnya, dan menyuruhnya pulang saja. Namun yati tetap kukuh dengan pendiriannya. Saya berjanji akan memberinya lapangan kerja dengan membuka usaha warung makanan disekitar kompleks kami. Semoga Alloh meridhoi niat saya, dan usaha kami bisa terwujud dan maju.
Bertemu dengan yati membuat saya merasa beruntung, dan lebih bersyukur dengan kehidupan yang saya jalani. Diluar sana masih banyak orang-orang yang kurang beruntung. Jauh dari keluarga, menempuh banyak rintangan dan masalah hanya untuk mewujudkan keinginan yang sederhana. Mendengar ceritanya, dan melihat kekukuhan dan ketegarannya dalam menjalani hidup membuat saya banyak belajar darinya. Mbak Yati, semoga kelak kamu bisa mewujudkan semua keinginanmu.. Amien.
Rabu, 04 Maret 2009
Cita - Cita...Ku


Cita cita masa kecil saya ingin jadi dokter. Menurut saya waktu itu sepertinya sangat menyenangkan bisa membantu menyembuhkan orang sakit atau melakukan tugas tugas kemanusiaan di tempat yang sedang dirundung kemalangan. Maka dari itu waktu SD saya aktif ikut kegiatan dokter kecil yang ada di sekolah saya. Setelah SMP saya pun aktif di organisasi Palang Merah Remaja. Pernah dalam lomba PMR antar SMP dimana saya dan teman teman yang mewakili Sekolah kami SMP 09 Surakarta, Tim kami mendapat piala. Waktu itu saya sangat bangga bukan kepalang. Lulus SMP saya masuk SMA. Saat penjurusan saya ambil jurusan biology. Namun setelah lulus SMA saat saya mendaftar ujian Sipenmaru, saya tidak jadi ambil jurusan kedokteran. Pertimbangan biaya kuliah di jurusan kedokteran yang besar membuat nyali saya ciut. Sementara orang tua saya sudah tua. Jadilah saya ambil jurusan Accounting saja. Sekarang… saya bekerja di Bagian Personalia. Ehm… Benar benar jauh dari cita cita semula.
Sebenarnya, saya hanya ingin membahas tentang pengaruh orang tua dalam mendukung anak mewujudkan cita - cita nya. Saya mempunyai teman yang sangat jago dalam membuat program dan system keuangan. Dia sangat ngerti dengan sesuatu yang berhubungan dengan pemrograman computer. Sekarang dia bekerja di kantor pusat kami di Jakarta. Setiap ada masalah yang menyangkut tentang system program di tempat kami dia yang mengatasi. Saya pernah tanya ke beliau apakah memang dari dulu dia bercita cita menjadi seorang computer programmer. Dia menjawab bahwa jadi programmer computer adalah cita - citanya semenjak kecil. Ayahnya yang seorang dosen selalu mengarah kan dia dengan cara memberikan pemahaman tentang bermacam – macam pekerjaan yang bisa dia tekuni kelak jika dewasa. Ayahnya bilang, perkerjaaaan apapun yang akan dipilih tidak masalah asal kita ahli dibidang tersebut pasti akan dapat meraih sukses. Ayahnya selalu memberi penjelasan panjang lebar tentang hal-hal yang dia tanyakan. Saya sangat kagum dengan cara mendidik seperti itu . Saya pikir bijak sekali orang tuanya.
Saya sangat setuju dengan cara mendidik seperti itu. Kadang ada orang tua yang tidak terlalu peduli dengan keinginan dan cita cita anaknya. Yang penting anaknya berada dalam aturan tata krama yang benar. Sementara ada orang tua yang sangat dominan. Anak diharuskan menjadi seseorang yang dia inginkan. Harus menjadi dokter misalnya. Sementara anaknya tidak mempunyai minat kearah itu. Jadilah anak menjadi terkekang dan tumbuh bukan sebagai dirinya sendiri.
Menurut saya, apapun cita cita anak kita asalkan baik sebaiknya kita dukung dan kita arahkan. Dengan begitu saat dia akan tumbuh menjadi dirinya sendiri. Dan di saat nanti dia bisa meraih cita cita yang dia inginkan, kita sebagai orang tua pun akan ikut bangga karena bisa mengantarnya meraih kesuksesan hidup
Selasa, 13 Januari 2009
Tuhan Sayang Aku
Aku bersyukur padamu Tuhan, telah Engkau selamatkan ibuku dari serangan jantung yang menderanya, dan beri aku perpanjangan waktu untuk bisa lebih berbakti padanya, mencoba membalas kucuran keringat dan airmata sosok yang telah membesarkan aku itu, walaupun aku tahu jasa itu tidak akan pernah terbalas dengan sepadan.
Aku bersyukur padamu Tuhan, telah Engkau bukakan pintu peluang bagiku untuk terbang tinggi mengepakkan sayap ini sebagaimana yang aku inginkan dimimpi mimpiku, namun Kau juga beri aku tambatan hidup berupa anak dan suami yang senantiasa mengingatkanku untuk tetap berpijak ke bumi.
Tuhan terima kasih karena tidak pernah melupakanku walaupun Engkau tahu begitu sering aku melupakan Mu. Sayangi Aku Tuhan karena tanpa Kasih Mu aku bukan sesiapa.
( Ya Alloh.. hentikanlan serangan Israel terhadap palestina.. kasihanilah anak - anak Palestina korban perang itu... Jadikanlah tempat tinggal mereka sebagai tempat penuh damai seperti surga yang Engkau ciptakan... Amin)
Selasa, 25 November 2008
Bersakit sakit dulu, Bersenang - Senang Kemudian
Tidak mudah memang untuk mengikuti buku itu 100 persen. Karena memang tidak mudah mengendalikan pengeluaran dan mengerem keinginan untuk belanja. Kadang kalau sudah sampai di supermarket, barang yang tidak kita rencanakan untuk kita beli pun kita masukkan ke keranjang belanja, dan tahu - tahu barang itu sudah kita bayar di kasir.
Membedakan keinginan dengan kebutuhan memang sangat penting kita lakukan walaupun saya pribadi masih susah untuk melakukannya. Kadang – kadang uang habis untuk membeli barang barang yang kita inginkan, dan saat tiba masanya barang yang benar benar kita butuhkan habis, kita jadi kelabakan. Dengan membedakan keinginan dan kebutuhan akan membuat pengeluaran kita menjadi lebih terkontrol.
Keinginan sifatnya tidak terbatas sementara penghasilan yang kita terima tiap bulan terbatas. Jika kita hanya menuruti keinginan kita bisa - bisa gaji sebulan habis dalam sehari. Dan keuangan kita akan terseok seok sampai dengan penerimaan gaji bulan berikutnya. Ibarat pepatah, bersenang senang dahulu bersakit – sakit kemudian.
Pepatah ini mengingatkan dengan salah seorang teman saya, seorang lajang dengan penghasilan lumayan yang cukup untuk menghidupi dirinya sendiri. Orangnya manis, easy going dan tidak kenal takut. Kalau meminjam istilah Majalah Cosmopolitan, dia adalah seorang Fun Fearless Female sejati. Kelemahanya hanya tidak bisa mengendalikan keinginan saja. Terutama keinginan belanja.
Dia sangat hoby traveling dan petualangan. Setiap ada promo penerbangan Air Asia dengan tariff murah dia selalu tahu ( Air Asia selalu menjual tiket murah untuk jadwal penerbangan yang dipesan jauh - jauh hari). Dan pasti dia akan memesannya secara online untuk mendapatkan tiket murah tersebut. Sebenarnya hal ini bagus kita lakukan untuk perjalanan yang kita rencanakan. Sayangnya, teman saya hanya mengejar tiket murahnya saja, tapi tidak menabung untuk rencana perjalanan itu. Hingga tiba masanya tiket itu harus dipakai sementara uang dikantong tidak cukup untuk mendanai perjalanan tersebut. Teman saya tetap memakainya karena merasa sayang dengan tiket yang telah terlanjur dibeli dan akan hangus jika tidak digunakan. Akhirnya, kartu kredit digunakan sampai over limit. Malangnya, saat habis masa cutinya dan dia harus kembali bekerja, perusahaannya pindah ke pusat nya didaerah perkebunan yang terpencil. Karena tidak tahan dengan kondisi tempat kerjanya sekarang akhirnya dia mengajukan surat pengunduran diri. Tinggallah dia sekarang dengan kondisi job less dengan tanggungan utang kartu kredit yang harus dibayar.
Cerita saya diatas hanya sebuah contoh saja, bahwa keinginan – keinginan kita jika kita kita turuti tanpa pertimbangan keuangan akan membuat kita terjebak dalam kesusahan. Lebih baik bersakit sakit dahulu, baru bersenang – senang kemudian, daripada bersenang – senang dahulu akan tetapi bersakit sakit di kemudian hari. Pada saat kita sehat dan masih mampu bekerja, kita harus berusaha menabung sebagian penghasilan kita agar kelak saat sedang kesulitan keuangan, kita mempunyai cadangan uang untuk dipergunakan. Walaupun untuk itu kita harus menekan keinginan kita. Seperti sabda Nabi Besar Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari, “Pergunakanlah untuk mendapatkan keberuntungan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya; yaitu pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehat sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa datang masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang masa kematianmu."
Selasa, 11 November 2008
Meredam Amarah
Mengelola perasaan marah memang tidak mudah. Kadangkala, kejadian sehari hari yang sepelepun bisa menimbulkan rasa marah. Apalagi saat sedang stress, hal sedikit saja yang kurang berkenan di hati, sudah cukup membuat tekanan darah kita melonjak naik dan membuat kita jadi uring - uringan.Sebagai manusia, memiliki rasa marah adalah hal yang wajar. Namun kita harus bisa mengelolanya agar rasa marah kita tidak membuat kita bertindak negative. Banyak hal buruk terjadi jika kita membiarkan diri kita dikuasai amarah. Aura badan jadi panas, gelisah, jantung berdebar – debar dan hidup tidak tenang. Wajah pun jadi cepat tua kalau kita sering marah.
Kemarahan memang tidak bisa kita prediksi, datang dan pergi begitu saja. Namun, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meredam emosi kita, misalnya dengan melakukan hal- hal dibawah ini :
- Memandang masalah dari sudut pandang yang berbeda
Saat kita marah cobalah untuk meluangkan waktu lebih banyak untuk menelaah masalah yang kita hadapi dengan logika. agar kita bisa mendapatkan pemecahan masalah yang terbaik untuk semua pihak. - Relaks & Kalem
Saat sedang datang amarah cobalah untu tarik nafas dalam dalam, regangkan otot otot kita yang sedang menegang. Dan tenangkanlah pikiran kita dengan memikirkan hal hal yang indah indah. Mudah - mudahan rasa marah kita bisa memudar dan emosi kita menjadi lebih stabil. - Berwudhu
Jika kita seorang muslim, wudhu adalah cara yang paling ampuh untuk melepaskan diri dari rasa marah yang sedang menguasai kita. Sejuknya air wudhu akan membuat pikiran kita menjadi lebih jernih dan perasaan menjadi lebih enteng.
Menjadi orang yang penyabar memang tidak mudah, tapi setidaknya kita harus belajar untuk bisa menjadi orang yang lebih sabar. Kemarahan hanya akan membuat kita jauh dari orang orang yang kita sayangi. Dan tidak ada manfaat apapun yang kita dapat jika kita mengumbar amarah, kecuali kehancuran.
Sabtu, 08 November 2008
My Little Angel

Cepatlah besar matahariku
Bulan november ini anak saya Radithya Wisanggeni Rafarizky genap berusia 2 tahun. Tepatnya tanggal 20 nanti. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Serasa baru kemarin saya melahirkannya. Sekarang dia sudah mulai pintar ngomong, pintar bercanda dan pintar jajan. Setiap ada gerobak jualan yang lewat didepan rumah kami, mulai dari tukang bakso, bubur ayam sampai tukang jual krupuk dan tape, dia langsung berteriak memanggilnya. Dia juga sudah pintar merajuk jika keinginannya tidak kami penuhi.
Dulu, waktu pertama kali tahu saya hamil radith, saya sungguh senang sekaligus bingung. Senang karena Tuhan berkenan memberikan anugerah yang tidak ternilai bagi kami, bingung karena sebagai ibu muda yang baru hamil pertama kali dan jauh dari orang tua, saya belum tahu apa – apa yang harus saya lakukan untuk menjaga kehamilan saya dan mempersiapkan kelahirannya. Akhirnya saya lebih banyak browsing di internet tentang masalah kehamilan dan pertumbuhan bayi. Dan setiap kali ke toko buku saya selalu menuju ke rak buku tempat buku – buku tentang bayi dan balita. Yang saya bingungkan waktu itu sifat saya yang menjadi temperamental. Gampang marah dan cepat tersingung. Mungkin karena pengaruh perubahan hormon ibu hamil dan pengaruh bayi dikandungan.
Saat hamil radith, saya suka sekali makan sup ikan yongkee. Setiap kali makan sup ikan itu rasanya senang dan terasa enak sekali di lidah saya. Sangat berbeda jika saya makan sup itu sekarang. Walaupun masih tetap enak, namun tidak senikmat dulu disaat saya hamil. Mungkin itulah yang disebut orang ngidam.
Kehamilan adalah sebuah keajaiban. Rasanya aneh merasakan ada kehidupan lain di dalam tubuh kita. Merasakan bayi kita tumbuh dan melihat perut kita yang makin hari makin membuncit. Nyata sekali betapa besar kuasa Tuhan. Dan saat melahirkan menjadi moment bersejarah bagi saya dan suami. Rasa sakit yang luar biasa membuat saya lebih mengerti arti orang tua. Pasti seperti itu sakit yang dirasakan ibu saya saat melahirkan saya.
Namun, dari banyaknya informasi yang saya dapatkan semasa kehamilan, ada yang luput dari perhatian saya. Saya tidak pernah membaca dan mencari informasi tentang cara mengejan. Saat Dokter kandungan saya menyuruh saya mengejan agar bayi saya cepat keluar, barulah saya menyadari arti pentingnya hal tersebut. Dan saya belum pernah belajar melakukannya. Akhirnya learning by doing berdasarkan instruksi dokter saya saat itu. Walaupun dokter dan suster jadi sering berteriak karena saya sering salah mengejan. Ternyata sangat penting sekali ikut senam ibu hamil. Selain melatih pernafasan disitu juga diajari cara mengejan dengan benar. Namun pada saat itu tidak ada yang menyarankan saya untuk mengikuti senam tersebut sehingga tidak terpikirkan oleh saya untuk mengikutinya.
Alhamdullah, setelah berjuang semalaman, akhirnya anak kami lahir dengan selamat. Semua rasa sakit yang saya rasakan hilang seketika saat melihat buah hati saya. Yang ada hanya kegembiraan saat mendengar dia menangis ketika akan dibawa suster untuk dibersihkan.
Sebelum Radith lahir, saya sudah bertekad untuk memberinya ASI. Dan setelah dia lahir saya melaksanakan tekad saya. Walaupun awalnya saya kesulitan untuk melakukannya, namun saya terus berusaha. Saya mencari informasi tentang manfaat ASI bagi bayi dan bagaimana cara mendapatkan ASI yang berkulitas di internet dan di majalah - majalah. Dari informasi yang saya peroleh saya semakin yakin bahwa ASI adalah yang terbaik bagi Bayi Kita. Dan tidak ada satu susu formula bayipun yang bisa menandinginya. Walaupun susu bayi itu telah di tambah dengan aneka nutrisi dan vitamin yang katanya serupa dengan ASI. Tapi tidak akan sama dengan ASI. Memang kita akan repot karenanya tapi itu adalah investasi jangka panjang buat masa depan anak kita.
Menjadi ibu adalah kodrat sebagai seorang perempuan, namun untuk menjadi ibu yang baik butuh proses dan pembelajaran. Karena ternyata, membesarkan anak butuh kesabaran dan pengetahuan yang lebih. Anak adalah titipan Tuhan, dan sebagai orang tua kita berkewajiban memelihara dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang, mendidiknya agar kelak menjadi individu yang berguna bagi Agama dan sesama. Selamat Ulang Tahun Anakku, Doa kami selalu menyertaimu!