Pernahkah anda mengalami kisah yang membuat ada malu? teman akrab saya menyebutnya dengan kisah Botol alias bodoh dan tolol, alias embarassing story alias stupid story. Yang kalau kita ingat kejadian itu kadang membuat kita tertawa sendiri. Saya pernah mengalaminya. Waktu itu saya masih tinggal dengan kakak di wilayah bengkong, mungkin sekitar tahun 2002 ( Waks.. udah 9 tahun juga... feel very Old now.. ), begini ceritanya..
Sore itu saya baru pulang dari tempat kerja saya di daerah jodoh. Saat saya keluar langit sudah menghitam karena mendung. Saya bergegas ke tepi jalan besar untuk mencari taxi yang menuju kearah bengkong. Pada tahun itu taxi masih jarang yang beroperasi, angkutan umum seperti carry atau metrotrans belum ada. Taxi jurusan ini pun banyak yang sudah jelek namun masih beroperasi. Taxinya juga bukan taxi yang menggunakan argometer sebagai dasar pengenaan biaya, tapi taxi yang penumpangnya beramai ramai atau disebut taxi ketengan. Biaya untuk menempuh jarak dari jodoh ke bengkong waktu itu masih Rp. 3000,- untuk sekali jalan.
Akhirnya setelah menunggu agak lama , lewatlah taxi jurusab bengkong. Segera saya stop. Waktu itu hujan sudah mulai turun. Saya langsung masuk ke dalam taxi dan mendapat tempat duduk paling depan disamping pak supir. Saat saya sudah didalam Saya liat sopir taxi nya masih muda, berambut agak gondrong, dan dibelakang ada beberapa penumpang, laki laki semua. Hati saya jadi gelisah. Langsung terbayang dibenak saya beberapa kejadian buruk didalam taxi yang beberapa kali terjadi di batam yang sempat saya baca di koran. Iih.. ngeriii...
Dalam perjalanan pulang Hujan turun semakin deras. Saya lirik tukang taksinya sembari menyelidik. Dari penampilannya memang menimbulkan kecurigaan, dia memakai anting. saya intip penumpang yang duduk di belakang melalui kaca spion. Waduh... semuanya muda muda dan sepertinya bukan orang kantoran. Saya jadi tambah was was dan gelisah. Mata saya menyapu ke seluruh kondisi taksi. Taksi itu memang sudah jelek. Jok nya sudah rusak dan pintu samping kiri jendelanya sudah rusak tidak bisa dinaik atau turunkan lagi. Bagaimana ini.. batin saya dalam hati. Saya coba buka pintu sebelah kiri, untung masih bisa dibuka walau mobil dalam kondisi berjalan. Saya terus berpikir mencari alternatif penyelamatan diri jika mereka ini bukan orang baik-baik. Dan pilihan terakhir adalah lompat dari taksi ini apabila ada bahaya.
Tiba tiba, saat berada disekitaran batu ampar di jalan yang sepi, Tukang taxi itu berhenti. Dia mengeluarkan kain dan bungkusan berisi serbuk putih. Saya langsung curiga. Terbayang dalam pikiran saya itu adalah serbuk bius. Bagaimana kalo itu benar obat bius?? Aduh bagaimana ini ?? pikir saya dalam hati.. Tanpa bicara tukang taxi itu menaruh serbuk putih itu ke kain. Dan Saat itu juga saya langsung membuka pintu taxi, dan meloncat keluar. Badan saya langsung basah kuyup terkena siraman hujan. Saat saya berada diluar taxi, saya liat tukang taxi itu melap kaca mobil depannya dengan kain lap yang dikasih serbuk putih tadi. Dan dengan heran dia bertanya kepada saya " Lho mba.. kenapa keluar??" , Saya liat kaca mobil bekas lap kain tadi berbuih seperti buih serbuk pembersih. Yakinlah saya bahwa itu bukan obat bius tapi pembersih kaca. Memang, wiper taxi itu sudah tidak berfungsi lagi. kaca depan mobil menjadi buram karena rembesan embun dari hujan deras, sehingga sopir itu harus membersihkannya dengan cara mengelap kaca itu menggunakan kain agar penglihatan kedepan lebih terang. Melihat keadaan aman Langsung saya jawab ke tukang taxi, " Ga Ada apa apa mas..." dan, dengan menebalkan muka sambil menahan malu saya masuk kembali kedalam taxi lagi dengan tubuh basah kuyup. Saya tidak punya alternatif untuk ganti taxi, ditempat taxi itu berhenti sangat susah mendapatkan taxi yang lain, sementara tujuan saya masih jauh, dan hujan diluar masih sangat deras. Wah saya berdosa telah berprasangka buruk kepada supir taxi. Sopir taxi itu tidak bertanya apa apa lagi , dan saya tidak peduli dengan apa yang dipikirkannya, yang penting saya selamat. Sampai di tujuan saya , saya langsung kasih ongkos ke tukang taxi dan bergegas setengah berlari menuju rumah saya sambil berucap Alhamdulillah.
Mungkin saya terlalu paranoid, dan terlalu banyak menonton film - film action holywood. Tapi saya rasa mencurigai seseorang atau sesuatu yang aneh itu perlu, dan mendengarkan insting kita juga penting. Karena seperti kata bang napi.. kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku, tapi juga karena ada kesempatan. So.. Waspadalah... Waspadalah !!
Kamis, 17 November 2011
Selasa, 15 November 2011
Buah Mangga " Kiriman " Ayah
Pohon mangga itu ditanam ayahku saat aku masih duduk di pertengahan bangku kuliah. Ditanam di belakang sumur kerek yang sekarang sudah berubah menjadi sumur pompa listrik. Setiap hari ayahku merawat mangga itu dengan sabar. Ditaruhnya kayu kecil untuk menyangga batang pohonnya yang masih rapuh.
Dulu aku tak pernah memperhatikan pohon mangga itu. Pohon itu tumbuh begitu lambat. Kadang daun daunnya berwarna putih diserang penyakit tanaman. Ayahku selalu sabar mengurusnya, menyirami dan memetik daun daunnya yang rusak diserang hama.
Saat aku lulus kuliah dan memutuskan untuk merantau ke luar jawa, kuingat ayahku melepas anak bungsunya ini dengan berat. Namun seperti biasa, Ayah tak pernah melarang sesuatu yang sudah jadi keinginanku. Saat itu aku tidak bisa merasakannya. Semangat muda dengan rasa optimis yang meledak ledak membuat aku tidak bisa membaca arti dibalik raut wajah ayahku.
Setahun aku dirantau, ayah jatuh sakit. Saat aku pulang kerumah dan menjenguknya aku sudah mendapati ayah yang sudah tidak sadarkan diri, dan tidak bisa berbicara lagi. Hatiku begitu hancur melihatnya, ketika aku menggenggam tangannya dan membisikkan padanya bahwa aku sudah datang, aku merasa ayah meremas tanganku. Menandakan bahwa beliau tahu kehadiranku. Beberapa hari setelah itu ayahku meninggal. Saat itulah aku merasakan kepedihan yang luar biasa ditinggal ayahku, rasa penyesalan yang sangat mendalam karena aku merasa belum membahagiakan beliau dan belum bisa membelikan beliau apa yang beliau suka.
Sepeninggal beliau aku kembali merantau, dan melanjutkan hidupku disini. Dan pohon mangga peninggalan ayahku terus tumbuh subur dan berbuah lebat. Saat aku pulang kerumah untuk menengok ibu sakit, kulihat pohon mangga itu sudah banyak sekali buahnya. Buah yang besar besar tumbuh menggantung di setiap rantingnya. Namun aku belum berkesempatan untuk mencicipinya.
Hingga beberapa hari kemarin saat Kakakku mengirimkan mangga itu via kargo, kakakku mengirimkan mangga itu karena mengetahui aku sedang hamil anak kedua. Aku sangat senang sekali menerima kiriman itu. Saat aku kupas dan aku makan, rasanya begitu manis, serasa kasih sayang ayahku mengalir dalam setiap gigitannya. Dan itu membuatku sendu.
Memang, ayah telah pergi, namun kasih sayangnya masih bisa aku rasakan dari buah mangga yang ditanamnya bertahun yang lalu. Terima Kasih ayah atas buah mangganya, Semoga engkau tahu ku selalu merindukanmu.
Note :
Seandainya setiap orang menanam 1 buah pohon saja, betapa beruntungnya anak cucu kita nanti. Bayangkan bumi yang hijau, Udara, tanah dan kandungan air di bumi yang terjaga dan pemanasan global bisa teredam. Bumi kita akan menjadi lebih bersahabat.
Let' s GO GREEN.
Dulu aku tak pernah memperhatikan pohon mangga itu. Pohon itu tumbuh begitu lambat. Kadang daun daunnya berwarna putih diserang penyakit tanaman. Ayahku selalu sabar mengurusnya, menyirami dan memetik daun daunnya yang rusak diserang hama.
Saat aku lulus kuliah dan memutuskan untuk merantau ke luar jawa, kuingat ayahku melepas anak bungsunya ini dengan berat. Namun seperti biasa, Ayah tak pernah melarang sesuatu yang sudah jadi keinginanku. Saat itu aku tidak bisa merasakannya. Semangat muda dengan rasa optimis yang meledak ledak membuat aku tidak bisa membaca arti dibalik raut wajah ayahku.
Setahun aku dirantau, ayah jatuh sakit. Saat aku pulang kerumah dan menjenguknya aku sudah mendapati ayah yang sudah tidak sadarkan diri, dan tidak bisa berbicara lagi. Hatiku begitu hancur melihatnya, ketika aku menggenggam tangannya dan membisikkan padanya bahwa aku sudah datang, aku merasa ayah meremas tanganku. Menandakan bahwa beliau tahu kehadiranku. Beberapa hari setelah itu ayahku meninggal. Saat itulah aku merasakan kepedihan yang luar biasa ditinggal ayahku, rasa penyesalan yang sangat mendalam karena aku merasa belum membahagiakan beliau dan belum bisa membelikan beliau apa yang beliau suka.
Sepeninggal beliau aku kembali merantau, dan melanjutkan hidupku disini. Dan pohon mangga peninggalan ayahku terus tumbuh subur dan berbuah lebat. Saat aku pulang kerumah untuk menengok ibu sakit, kulihat pohon mangga itu sudah banyak sekali buahnya. Buah yang besar besar tumbuh menggantung di setiap rantingnya. Namun aku belum berkesempatan untuk mencicipinya.
Hingga beberapa hari kemarin saat Kakakku mengirimkan mangga itu via kargo, kakakku mengirimkan mangga itu karena mengetahui aku sedang hamil anak kedua. Aku sangat senang sekali menerima kiriman itu. Saat aku kupas dan aku makan, rasanya begitu manis, serasa kasih sayang ayahku mengalir dalam setiap gigitannya. Dan itu membuatku sendu.
Memang, ayah telah pergi, namun kasih sayangnya masih bisa aku rasakan dari buah mangga yang ditanamnya bertahun yang lalu. Terima Kasih ayah atas buah mangganya, Semoga engkau tahu ku selalu merindukanmu.
Note :
Seandainya setiap orang menanam 1 buah pohon saja, betapa beruntungnya anak cucu kita nanti. Bayangkan bumi yang hijau, Udara, tanah dan kandungan air di bumi yang terjaga dan pemanasan global bisa teredam. Bumi kita akan menjadi lebih bersahabat.
Let' s GO GREEN.
Jumat, 28 Januari 2011
A Walk To Remember
Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan di mana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut bernama: Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman, dan Spirit. Dan, kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara. Kita akan segera mengerti bahwa ternyata "Pekerjaan" hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali. Tetapi, empat bola lainnya "Keluarga, Kesehatan, Teman, dan Spirit" terbuat dari gelas. Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping. Dan ingatlah, mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita istimewa.
Jangan tetapkan tujuan dan sasaran kita dengan mengacu pada apa yang orang lain anggap itu penting. Hanya kita yang mengerti dan dapat merasa "apa yang terbaik untuk kita"
Jangan biarkan hidup kita terpuruk di masa lampau atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.
Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
Jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh yang mengikat kita satu sama lain.
Jangan sekali-kali menilai kecantikan dan keindahan dari bentuk luarnya. Karena, kecantikan sejati ada di balik bentuk, kulit, dan warna. Bahwa makna lebih bernilai ketimbang gaya. Dan substansi lebih penting ketimbang penampilan.
Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.
Jangan berusaha untuk mengunci cinta memasuki hidupmu dengan berkata: "Tidak mungkin saya temukan". Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya. Cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin. Dan, cara terbaik agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya "sayap"
Janganlah berlari, meskipun hidup tampak sangat cepat, sehingga kita lupa darimana kita berasal dan juga lupa sedang menuju kemana kita.
Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.
Jangan takut untuk belajar sesuatu, ilmu pengetahuan adalah harta yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membebani.
Jangan gunakan waktu dan kata-kata dengan sembrono. Karena keduanya tidak mungkin kita ulang kembali jika telah lewat.
Hidup bukan pacuan melainkan suatu perjalanan di mana setiap tahap sepanjang jalannya harus dinikmati. Dan akhirnya;MASA LALU adalah SEJARAH, MASA DEPAN merupakan MISTERI, dan SAAT INI adalah KARUNIA. Itulah kenapa dalam Bahasa Inggris saat ini disebut: "Present" . ***
( Salah satu tulisan ex pacar, yang menjadi salah satu pertimbangan saya menerimanya menjadi suami. Hope we will be together till death do us apart )
Jangan tetapkan tujuan dan sasaran kita dengan mengacu pada apa yang orang lain anggap itu penting. Hanya kita yang mengerti dan dapat merasa "apa yang terbaik untuk kita"
Jangan biarkan hidup kita terpuruk di masa lampau atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.
Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
Jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh yang mengikat kita satu sama lain.
Jangan sekali-kali menilai kecantikan dan keindahan dari bentuk luarnya. Karena, kecantikan sejati ada di balik bentuk, kulit, dan warna. Bahwa makna lebih bernilai ketimbang gaya. Dan substansi lebih penting ketimbang penampilan.
Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.
Jangan berusaha untuk mengunci cinta memasuki hidupmu dengan berkata: "Tidak mungkin saya temukan". Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya. Cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin. Dan, cara terbaik agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya "sayap"
Janganlah berlari, meskipun hidup tampak sangat cepat, sehingga kita lupa darimana kita berasal dan juga lupa sedang menuju kemana kita.
Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.
Jangan takut untuk belajar sesuatu, ilmu pengetahuan adalah harta yang selalu dapat kita bawa kemanapun tanpa membebani.
Jangan gunakan waktu dan kata-kata dengan sembrono. Karena keduanya tidak mungkin kita ulang kembali jika telah lewat.
Hidup bukan pacuan melainkan suatu perjalanan di mana setiap tahap sepanjang jalannya harus dinikmati. Dan akhirnya;MASA LALU adalah SEJARAH, MASA DEPAN merupakan MISTERI, dan SAAT INI adalah KARUNIA. Itulah kenapa dalam Bahasa Inggris saat ini disebut: "Present" . ***
( Salah satu tulisan ex pacar, yang menjadi salah satu pertimbangan saya menerimanya menjadi suami. Hope we will be together till death do us apart )
Minggu, 15 Agustus 2010
Live.. And Let It Die..
Akhir - Akhir ini dinews feed facebook saya, saya dapati teman yang membuat status tentang penyesalan - penyesalan terhadap masa lalunya, dengan ungkapan- ungkapan seperti : andai waktu bisa berulang kembali, Seandainya aku tidak salah memilih dan lain sebagainya.
Facebook memang membuat kita terhubung kembali dengan teman - teman lama yang sudah sekian tahun kehilangan kontak. Tak terkecuali dengan mantan - mantan kekasih. Kadang melihat kehidupan mantan melalui status statusnya, atau foto - fotonya, membuat kita menoleh lagi ke masa lalu yang terasa hidup kembali. Apalagi jika si mantan tampak lebih sukses sekarang. Sementara, dalam kenyataan hidup yang sekarang kita jalani, tidak semua keinginan kita bisa terwujud sesuai dengan harapan yang kita citakan. Apalagi saat kita didera masalah dengan pasangan. Romantisme masa lalu menjadi terasa begitu indah. Membuat kita berangan - angan dan berandai - andai. Andai kita tidak begini, atau begitu.
Kita Lupa, bahwa untuk sampai dititik kehidupan kita yang sekarang kita telah melalui sebuah jalan panjang yang berliku. Kita Lupa, bahwa hidup yang kita jalani adalah akibat serangkaian keputusan yang kita anggap terbaik yang kita buat di masa lalu.
Hanya satu hal yang bisa kita lakukan. Lebih banyak bersyukur kepada Tuhan atas kehidupan yang telah dianugerahkan sampai hari ini. Hanya dengan bersyukur kita akan bisa menjalani hidup kita secara ikhlas. kita harus percaya bahwa Apa yang kita miliki sekarang memang yang terbaik yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Tuhan maha Tahu. Apa yang kita anggap baik bagi kita belum tentu baik menurutNya. Hanya Dia yang yang tahu bagaimana akhir perjalanan kita. Maka Kepada Nyalah kita berserah diri.
Biarkan masa lalu tetap menjadi masa lalu. Gak ada apapun yang bisa membuatnya kembali. So, Let Live and let it die... biarkan masa itu berlalu.. Mari Kita hadapi hidup kita yang sebenarnya dengan semangat yang baru.
Facebook memang membuat kita terhubung kembali dengan teman - teman lama yang sudah sekian tahun kehilangan kontak. Tak terkecuali dengan mantan - mantan kekasih. Kadang melihat kehidupan mantan melalui status statusnya, atau foto - fotonya, membuat kita menoleh lagi ke masa lalu yang terasa hidup kembali. Apalagi jika si mantan tampak lebih sukses sekarang. Sementara, dalam kenyataan hidup yang sekarang kita jalani, tidak semua keinginan kita bisa terwujud sesuai dengan harapan yang kita citakan. Apalagi saat kita didera masalah dengan pasangan. Romantisme masa lalu menjadi terasa begitu indah. Membuat kita berangan - angan dan berandai - andai. Andai kita tidak begini, atau begitu.
Kita Lupa, bahwa untuk sampai dititik kehidupan kita yang sekarang kita telah melalui sebuah jalan panjang yang berliku. Kita Lupa, bahwa hidup yang kita jalani adalah akibat serangkaian keputusan yang kita anggap terbaik yang kita buat di masa lalu.
Hanya satu hal yang bisa kita lakukan. Lebih banyak bersyukur kepada Tuhan atas kehidupan yang telah dianugerahkan sampai hari ini. Hanya dengan bersyukur kita akan bisa menjalani hidup kita secara ikhlas. kita harus percaya bahwa Apa yang kita miliki sekarang memang yang terbaik yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Tuhan maha Tahu. Apa yang kita anggap baik bagi kita belum tentu baik menurutNya. Hanya Dia yang yang tahu bagaimana akhir perjalanan kita. Maka Kepada Nyalah kita berserah diri.
Biarkan masa lalu tetap menjadi masa lalu. Gak ada apapun yang bisa membuatnya kembali. So, Let Live and let it die... biarkan masa itu berlalu.. Mari Kita hadapi hidup kita yang sebenarnya dengan semangat yang baru.
Minggu, 08 Agustus 2010
Ibu
Saat kupandangi wajah diammu, terasa begitu berartinya dirimu dalam hidupku
Dan... bulir – bulir Air mata ini tak kuasa tuk kuhentikan,
Walaupun aku tahu..
Engkau tidak suka aku menangisi kepergianmu..
Tak banyak kata terucap dalam keseharianmu
Namun, dalam diam emasmu...
Engkau telah banyak mengajariku akan nilai – nilai hidup, Lebih dari kata - kata itu sendiri
Dan marahmu...
Ku Tahu karena rasa sayangmu kepada kami..
Ibu.. Dalam hidupmu.. hanya kami yang engkau jadikan prioritasmu..
Tak pernah engkau memikirkan dirimu sendiri.. hanya kami.. kami dan kami...
Senyummu... laksana tetesan air surga yang sanggup meredam galau di hatiku..
Dan Ketegaranmu... meninggalkan jejak teladan yang ingin aku ikuti..
Terima kasih telah menjadi ibuku..
Maafkan aku bila aku belum cukup berbakti kepadamu... dan Ajari Aku untuk mencintai tanpa syarat.. seperti engkau mencintai Anak – anakmu..
(Untuk Ayah dan ibu yang sangat saya cintai.. semoga Alloh menerima amal ibadahmu.. dan menghapuskan dosa-dosamu.. menempatkanmu di surga terindah disisiNya.. Amien)
Dan... bulir – bulir Air mata ini tak kuasa tuk kuhentikan,
Walaupun aku tahu..
Engkau tidak suka aku menangisi kepergianmu..
Tak banyak kata terucap dalam keseharianmu
Namun, dalam diam emasmu...
Engkau telah banyak mengajariku akan nilai – nilai hidup, Lebih dari kata - kata itu sendiri
Dan marahmu...
Ku Tahu karena rasa sayangmu kepada kami..
Ibu.. Dalam hidupmu.. hanya kami yang engkau jadikan prioritasmu..
Tak pernah engkau memikirkan dirimu sendiri.. hanya kami.. kami dan kami...
Senyummu... laksana tetesan air surga yang sanggup meredam galau di hatiku..
Dan Ketegaranmu... meninggalkan jejak teladan yang ingin aku ikuti..
Terima kasih telah menjadi ibuku..
Maafkan aku bila aku belum cukup berbakti kepadamu... dan Ajari Aku untuk mencintai tanpa syarat.. seperti engkau mencintai Anak – anakmu..
(Untuk Ayah dan ibu yang sangat saya cintai.. semoga Alloh menerima amal ibadahmu.. dan menghapuskan dosa-dosamu.. menempatkanmu di surga terindah disisiNya.. Amien)
Minggu, 27 Juni 2010
Till Death Do Us A Part
Perkawinan adalah sesuatu yang rumit untuk dipahami. Sangat rumit. Bagaimana tidak rumit, jika didalamnya bersatu 2 orang dengan latar belakang keluarga yang berbeda, yang dididik dengan cara berbeda,sehingga menghasilkan individu dengan sifat, karakter, dan pandangan hidup yang berbeda pula.
Kita semua tahu bahwa dalam mengarungi bahtera pernikahan dibutuhkan kesiapan baik mental maupun fisik. Bukan sekedar materi belaka. Namun kadang saat kita sudah menemukan orang yang kita rasa cocok dan kita memutuskan menikah, biasanya kita hanya sibuk untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkenaan dengan acara pesta pernikahan kita, dan kita melupakan 1 hal utama : kesiapan mental kita untuk memberikan komitmen penuh atas keputusan kita untuk menikah.
Yaa.. saat sudah sah dinyatakan sebagai suami istri, berarti kita telah mengikatkan diri kita pada komitmen seumur hidup untuk membina keluarga yang sakinah mawadah warrahmah. Komitmen seumur hidup. Bukan sehari, seminggu atau setahun! Saya setuju dengan pernyataan Bondan Winarno bahwa saat kita menikah bukan lagi cinta yang kita bahas didalamnya tapi lebih dari itu, komitmen dulu baru cinta. Komitmen untuk menghargai pasangan, komitmen untuk setia, komitmen untuk selalu selalu bekerja sama membesarkan dan mendidik anak anak, dan komitmen untuk terus menjaga perkawinan sampai akhir hayat.
Untuk itu dibutuhkan banyak kesabaran dan kerjasama suami istri dalam menempuh Jalan perkawinan yang panjang dan sangat berliku. Banyak masalah yang menghampiri, dari masalah materi, mengurus anak, keluarga besar dan sebagainya. Namun semakin kita berhasil melalui suatu masalah semakin kuat ikatan yang terbina antara suami dan istri.
Saat awal pernikahan biasanya kita akan menghadapi masalah yang berkenaan dengan sifat dan karakter pasangan. Karena semua watak asli kita akan keliatan. berbeda saat pacaran, yang kita perlihatkan hanya kebaikan kita saja. Keburukan kita biasanya kita simpan rapat rapat. Disinilah kita mulai belajar. Belajar untuk menerima kekurangan pasangan. Belajar bertoleransi dalam arti yang sebenar – benarnya. Kita tidak bisa menuntut diberi pasangan yang sempurna, karena diri kita juga tidak sempurna. Dan yang pasti kita harus selalu berusaha menjaga komitmen pernikahan kita, sampai maut menjemput.
Kita semua tahu bahwa dalam mengarungi bahtera pernikahan dibutuhkan kesiapan baik mental maupun fisik. Bukan sekedar materi belaka. Namun kadang saat kita sudah menemukan orang yang kita rasa cocok dan kita memutuskan menikah, biasanya kita hanya sibuk untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkenaan dengan acara pesta pernikahan kita, dan kita melupakan 1 hal utama : kesiapan mental kita untuk memberikan komitmen penuh atas keputusan kita untuk menikah.
Yaa.. saat sudah sah dinyatakan sebagai suami istri, berarti kita telah mengikatkan diri kita pada komitmen seumur hidup untuk membina keluarga yang sakinah mawadah warrahmah. Komitmen seumur hidup. Bukan sehari, seminggu atau setahun! Saya setuju dengan pernyataan Bondan Winarno bahwa saat kita menikah bukan lagi cinta yang kita bahas didalamnya tapi lebih dari itu, komitmen dulu baru cinta. Komitmen untuk menghargai pasangan, komitmen untuk setia, komitmen untuk selalu selalu bekerja sama membesarkan dan mendidik anak anak, dan komitmen untuk terus menjaga perkawinan sampai akhir hayat.
Untuk itu dibutuhkan banyak kesabaran dan kerjasama suami istri dalam menempuh Jalan perkawinan yang panjang dan sangat berliku. Banyak masalah yang menghampiri, dari masalah materi, mengurus anak, keluarga besar dan sebagainya. Namun semakin kita berhasil melalui suatu masalah semakin kuat ikatan yang terbina antara suami dan istri.
Saat awal pernikahan biasanya kita akan menghadapi masalah yang berkenaan dengan sifat dan karakter pasangan. Karena semua watak asli kita akan keliatan. berbeda saat pacaran, yang kita perlihatkan hanya kebaikan kita saja. Keburukan kita biasanya kita simpan rapat rapat. Disinilah kita mulai belajar. Belajar untuk menerima kekurangan pasangan. Belajar bertoleransi dalam arti yang sebenar – benarnya. Kita tidak bisa menuntut diberi pasangan yang sempurna, karena diri kita juga tidak sempurna. Dan yang pasti kita harus selalu berusaha menjaga komitmen pernikahan kita, sampai maut menjemput.
Selasa, 22 Juni 2010
NYUNGSEP DI GOT
Tadi malam saya dan anak saya mengalami kecelakaan. Motor yang saya kendarai menabrak pagar tetangga dan kami berdua mendarat di got kecil depan rumahnya. Cerita nya seperti ini:
Waktu sudah hampir jam 9 malam, saya mau pergi ke warung saya untuk ngecek bahan – bahan yang mau dibeli esok. Sebenarnya anak saya udah gak mau ikut. namun saat ngeliat saya keluar bawa motor dia mau ikut. Saat saya sudah menghidupkan motor, dan dia sudah duduk manis di jok motor didepan saya, dia minta turun gak mau ikut.bingung kan??? Saya langsung angkat dia untuk turun dari motor kearah kanan, kondisi mesin masih menyala waktu itu, tanpa saya duga tangan kiri anak saya memegang gas dan menariknya. Alhasil motor meloncat dan saya berhasil menahan dengan kaki. Kedua tangan saya memegang anak saya karena kalo saya lepaskan dia akan jatuh di aspal. Saat motor udah berhenti tangan anak saya dengan cepat menarik lagi gas dengan kencang. Saya gak sanggup lagi menahan pake kaki. Yang ada dipikiran saya adalah bagaimana agar anak saya tidak jatuh. Kedua tangan saya terus memegangin dia. Akhirnya motor melaju menabrak pagar tetangga dan nyrempet motor yang parkir didepan rumahnya, dan kami berdua nyungsep di parit depan rumah tetangga yang kotor minta ampun. Saat kedua tangan saya memegang motor, baru saya sadar anak saya udah gak ada dalam pegangan saya lagi. Saya panic dan teriak sekencang kencangnya memanggil suami saya untuk mencari anak saya. Akhirnya setelah motor saya diangkat kami dapati anak saya terduduk di got dibawah motor. Pikiran saya waktu sangat kalut. Takut anak saya terluka parah.karena tertimpa motor. Saat anak saya kami angkat yang dia teriakan pertama adalah : sandal radit manaaaaaa?? .. sandal radith mamaaaaa…..... Oh my God.. saya ketakutan setengah mati, sedang yang dikawatirkan anak saya hanya sandalnya yang hilang. saat kami tuntun pulang ke rumah dia masih saja sibuk mencari cari sandalnya. Segera kami mandikan dia dan kami cek seluruh badannya. Alhamdullillah ya Alloh.. engkau lindungi anak kesayangan kami. tidak terdapat luka di tubuh anak saya yang berarti. Hanya motor kami yang rusak berat.
Beberapa menit setelah kejadian itu saya masih shock, kejadian tersebut berlangsung cepat sekali, saya merasa menyesal karena kurang hati hati, dan menyebabkan anak saya dalam bahaya. Saya masih sangat ketakutan membayangkannya, takut terjadi apa apa dengan anak saya. Namun sebaliknya, anak saya tetap ceria, cerita ngalor ngidul tentang segala hal, nonton filem thomas & friend seperti biasa. Seolah tidak pernah terjadi sesuatu. Hebatnya anak – anak!!
Pelajaran Berharga yang saya dapat : SAAT MENGENDARAI MOTOR BERSAMA ANAK ANAK, JANGAN MENYALAKAN MOTOR SAAT ANDA BERHENTI, LEBIH BAIK MATIKAN SAJA. ANDA TIDAK AKAN PERNAH TAHU APA YANG AKAN TERJADI. BETTER KEEPS SAFE....
Kejadian nyungsep menyungsep di parit bukan baru kali ini saya alami. Saya telah mengalaminya sebanyak 2 kali. Yang Pertama terjadi waktu saya masih single dan saya masih bekerja di daerah jodoh ( salah satu kawasan pertokoan dan perkantoran di batam). Saat itu hujan turun deras sekali. Biasa kalau dibatam, hujan deras sebentar saja air parit langsung meluap. Dari parit yang kecil berubah menjadi sungai yang deras. Saat itu jam makan siang. Hujan sudah berhenti, saya dan teman kerja saya keluar kantor menuju warung tempat makan siang kami. Pas berangkat, jalan menuju rumah makan itu sudah digenangin air. Namun teman saya memilih jalan melompati parit agar tidak terkena genangan air. Teman saya berhasil melewatinya. Akhirnya saya juga ikut ikutan ambil jalan melewati parit. Teman saya bisa, kenapa saya tidak.. begitu pikir saya. Saya ambil ancang ancang dan..... Bruuukkkkk !!! saya gagal. saya terperosok masuk kedalam parit yang meluap karena hujan. Badan saya basah kuyup masuk dalam kubangan. ternyata parit itu cukup dalam, Sakitnya sih enggak seberapa, malunya yang gak tahan.. parit itu terletak dipinggir jalan raya, jadi ada beberapa orang yang lewat dan melihat saya dengan heran. teman saya menunjukan wajah prihatin atas kegagalan saya sambil menahan tawa. Untuk masuk kerja lagi juga gak mungkin dengan kondisi kotor dan basah kuyup. Akhirnya kami telpon sopir kantor untuk mengantar saya pulang ganti baju. Sambil pulang saya berpikir kenapa teman saya berhasil yaaa.. jangan jangan dia bekas atlet lomba lompat jauh. Who knows..
PELAJARAN BERHARGA: JANGAN MENCOBA-COBA MELEWATI PARIT DENGAN CARA MELOMPAT DISAAT HUJAN DERAS DIBATAM. ANDA TIDAK AKAN TAHU BATAS TEPI PARITNYA KARENA SUDAH KELIHATAN SEPERTI SUNGAI YANG DERAS, JIKA ANDA NEKAT, SEBAIKNYA ANDA UDAH BERLATIH OLAH RAGA LOMPAT JAUH SEBELUMNYA!!
Waktu sudah hampir jam 9 malam, saya mau pergi ke warung saya untuk ngecek bahan – bahan yang mau dibeli esok. Sebenarnya anak saya udah gak mau ikut. namun saat ngeliat saya keluar bawa motor dia mau ikut. Saat saya sudah menghidupkan motor, dan dia sudah duduk manis di jok motor didepan saya, dia minta turun gak mau ikut.bingung kan??? Saya langsung angkat dia untuk turun dari motor kearah kanan, kondisi mesin masih menyala waktu itu, tanpa saya duga tangan kiri anak saya memegang gas dan menariknya. Alhasil motor meloncat dan saya berhasil menahan dengan kaki. Kedua tangan saya memegang anak saya karena kalo saya lepaskan dia akan jatuh di aspal. Saat motor udah berhenti tangan anak saya dengan cepat menarik lagi gas dengan kencang. Saya gak sanggup lagi menahan pake kaki. Yang ada dipikiran saya adalah bagaimana agar anak saya tidak jatuh. Kedua tangan saya terus memegangin dia. Akhirnya motor melaju menabrak pagar tetangga dan nyrempet motor yang parkir didepan rumahnya, dan kami berdua nyungsep di parit depan rumah tetangga yang kotor minta ampun. Saat kedua tangan saya memegang motor, baru saya sadar anak saya udah gak ada dalam pegangan saya lagi. Saya panic dan teriak sekencang kencangnya memanggil suami saya untuk mencari anak saya. Akhirnya setelah motor saya diangkat kami dapati anak saya terduduk di got dibawah motor. Pikiran saya waktu sangat kalut. Takut anak saya terluka parah.karena tertimpa motor. Saat anak saya kami angkat yang dia teriakan pertama adalah : sandal radit manaaaaaa?? .. sandal radith mamaaaaa…..... Oh my God.. saya ketakutan setengah mati, sedang yang dikawatirkan anak saya hanya sandalnya yang hilang. saat kami tuntun pulang ke rumah dia masih saja sibuk mencari cari sandalnya. Segera kami mandikan dia dan kami cek seluruh badannya. Alhamdullillah ya Alloh.. engkau lindungi anak kesayangan kami. tidak terdapat luka di tubuh anak saya yang berarti. Hanya motor kami yang rusak berat.
Beberapa menit setelah kejadian itu saya masih shock, kejadian tersebut berlangsung cepat sekali, saya merasa menyesal karena kurang hati hati, dan menyebabkan anak saya dalam bahaya. Saya masih sangat ketakutan membayangkannya, takut terjadi apa apa dengan anak saya. Namun sebaliknya, anak saya tetap ceria, cerita ngalor ngidul tentang segala hal, nonton filem thomas & friend seperti biasa. Seolah tidak pernah terjadi sesuatu. Hebatnya anak – anak!!
Pelajaran Berharga yang saya dapat : SAAT MENGENDARAI MOTOR BERSAMA ANAK ANAK, JANGAN MENYALAKAN MOTOR SAAT ANDA BERHENTI, LEBIH BAIK MATIKAN SAJA. ANDA TIDAK AKAN PERNAH TAHU APA YANG AKAN TERJADI. BETTER KEEPS SAFE....
Kejadian nyungsep menyungsep di parit bukan baru kali ini saya alami. Saya telah mengalaminya sebanyak 2 kali. Yang Pertama terjadi waktu saya masih single dan saya masih bekerja di daerah jodoh ( salah satu kawasan pertokoan dan perkantoran di batam). Saat itu hujan turun deras sekali. Biasa kalau dibatam, hujan deras sebentar saja air parit langsung meluap. Dari parit yang kecil berubah menjadi sungai yang deras. Saat itu jam makan siang. Hujan sudah berhenti, saya dan teman kerja saya keluar kantor menuju warung tempat makan siang kami. Pas berangkat, jalan menuju rumah makan itu sudah digenangin air. Namun teman saya memilih jalan melompati parit agar tidak terkena genangan air. Teman saya berhasil melewatinya. Akhirnya saya juga ikut ikutan ambil jalan melewati parit. Teman saya bisa, kenapa saya tidak.. begitu pikir saya. Saya ambil ancang ancang dan..... Bruuukkkkk !!! saya gagal. saya terperosok masuk kedalam parit yang meluap karena hujan. Badan saya basah kuyup masuk dalam kubangan. ternyata parit itu cukup dalam, Sakitnya sih enggak seberapa, malunya yang gak tahan.. parit itu terletak dipinggir jalan raya, jadi ada beberapa orang yang lewat dan melihat saya dengan heran. teman saya menunjukan wajah prihatin atas kegagalan saya sambil menahan tawa. Untuk masuk kerja lagi juga gak mungkin dengan kondisi kotor dan basah kuyup. Akhirnya kami telpon sopir kantor untuk mengantar saya pulang ganti baju. Sambil pulang saya berpikir kenapa teman saya berhasil yaaa.. jangan jangan dia bekas atlet lomba lompat jauh. Who knows..
PELAJARAN BERHARGA: JANGAN MENCOBA-COBA MELEWATI PARIT DENGAN CARA MELOMPAT DISAAT HUJAN DERAS DIBATAM. ANDA TIDAK AKAN TAHU BATAS TEPI PARITNYA KARENA SUDAH KELIHATAN SEPERTI SUNGAI YANG DERAS, JIKA ANDA NEKAT, SEBAIKNYA ANDA UDAH BERLATIH OLAH RAGA LOMPAT JAUH SEBELUMNYA!!
Langganan:
Postingan (Atom)